Lihat Wajah Pasanganmu Jika kau Mulai BOSAN! : Sebuah Kisah Inspiratif


Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.

Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.

Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.


“Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.

Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.

Harapanku hancur mendengar jawabannya.

Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya.

.....

“Sayangku, Aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca.

“... Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu...”

“.....”

“... Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tidak memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah... Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda... Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Aku... Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati...”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...

“... Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu...”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.
Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang...

Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya..

Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu..

#Like dan #Share kisah ini, karena bisa jadi ada keluarga yang kamu selamatkan karena membaca kisah ini.

TAUKAH KAMU Hal Ini Lebih Sakit Bagi Seorang Ibu dibandingkan Melahirkan!


Melahirkan adalah proses dimana seorang bayi lahir dari dalam perut ibunya. Sungguh itu adalah perjuangan yang amat panjang dan menyakitkan.

Bahkan dikatakan bahwa rasa sakit melahirkan itu seperti ketika jari diikat karet dengan amat kencang hingga terhenti aliran darah.

Rasa sakit ketika melahirkan akan terus bertambah hingga bayi keluar. Inilah yang seorang ibu rasakan ketika hendak melahirkan bayinya.

Namun, ada hal lain yang membuat seorang ibu lebih merasa sakit lagi. Seperti dalam kisah berikut.

Suatu hari, seorang anak meminta ibunya untuk disiapkan air hangat untuk mandi. Dengan ikhlas ibunya menyiapkan air hangat untuk anaknya tersebut.


Setelah siap, anaknya malah dengan kasar bicara pada ibunya jika air yang ibunya siapkan terlalu lama. Ibunya hanya terdiam.

Setelah mandi, anaknya bersiap untuk pergi bersama teman-teman. Ibunya bertanya kemana anaknya akan pergi, namun lagi-lagi dijawab dengan kasar bahwa ia akan pergi dengan teman-temannya.

Malam hari ketika anaknya pulang, didapati rumah kosong. Ibunya tidak ada di dalam rumah. Ia marah-marah karena rumah kosong, terlebih perutnya sedang kosong, marahnya semakin menjadi.

Tak lama, ibunya sampai di rumah dan mengucap salam padanya. Dengan kesal, sang anak bertanya kemana ibunya pergi. Bahkan, hampir saja ia marah tapi ibunya segera menunda amarahnya.

"Tunggu dulu, kamu jangan marah dulu. Ibu pergi tadi di rumah tetangga kita istri Pak Rizal, baru magrib tadi beliau meninggal," kata sang ibu.

"Lho, bukannya dia tidak sakit bu? Kenapa dia meninggal?," tanya anak penasaran.

"Beliau meninggal ketika melahirkan anaknya. Begitulah perjuangan seorang ibu, ia rela mempertaruhkan nyawa demi melahirkan buah hatinya," sahut ibu.

"Jadi, ibu dulu juga bertaruh nyawa demi melahirkanku ya bu?", tanya sang anak.
Dengan mata berkaca-kaca, sang ibu menjawab, "Rasa sakit ketika ibu melahirkan tidak ada apa-apanya daripada rasa sakit yang ibu rasakan ketika kamu membentak dan berkata kasar pada ibu."
Seketika itu, sang anak kemudian memohon ampun pada ibunya dan menangis sambil memeluk ibunya.
Pelajaran buat kita, janganlah membuat ibu kita sedih atas perkataan kita. Ingat, beliau rela mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan kita dan merawat kita hingga kita tumbuh dewasa.

Kisah Mayat Membaca Surah Yasin


Kisah nyata ini cukup membuat hati bergetar,Di dalam kubur mayat ini membaca Surat Yaasiin,berikut kisah nya :

Percaya tak percaya inilah kenyataannya, mayat yang telah dikebumikan bukannya jadi hantu seperti film beoskop versi lokal, akan tetapi membaca kitab suci Al Quran dalam kuburan haji arab saudi ,SubhanALLAH..

Ilustrasi 
Kejadian yang tak biasa terjadi alias aneh, bahkan paling aneh ini terjadi di Ma’la..

Yaitu tempat dimana para jemaah haji yang meninggal dunia di mekah, contoh kamu pergi haji, kemudian kamu meninggal di sana, maka disanalah kamu akan di kebumikan..

Karena kuburan ini memiliki area yang sudah penuh, maka makam yang sudah lama di gali lagi untuk mengebumikan jenazah baru, tempo penggalian ulang ini hanya selang 8 bulan..

Di sinilah awal mula peristiwa terjadi, dimana saat ada mayat yang akan di kebumikan, pera penggali kubur menggali lagi kuburan lama..

Saat lubang kubur digali lagi hingga kedalaman seukuran sebagaimana mestinya, secara tiba-tiba salah satu penggali kubur terkejut dan menghambur naik dari lubang kubur..

Apa yang terjadi..??..Ada apa ini..??

Betapa kagetnya penggali kubur itu tiba-tiba mendapati mayat yang sedang membaca Al Quran..

Spontan bebera orang disekitar makam terkejut, selain takjub menyaksikan fenomena langka itu, dengan hati dipenuhi rasa penasaran, kemudian pemeriksaan terhadap kondisi mayat itu mulai di teliti..

Hasil dari penelitian, mayat itu dalam kondisi duduk bersila sedang membaca Al Quran, penelitian lebih lanjut..
Ayat Al Quran yang terbuka itu yakni, Surah Yaasiin..

Pertanyaan mengapa mayat ini tidak hancur, termasuk kain kafan yang membungkus jasadnya, kecuali kapas yang diletakkan di antara mayat dengan kain kafan..??

Usut punya usut, setelah di ketahui siapa jati diri mayat hebat yang membaca Quran ini, ternyata ia adalah orang kulit hitam yang semasa hidupnya ia bekerja membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam..

Ketika pekerjaan telah selesai membersihkan Baitullah dari tumpahan air zam-zam, kemudian ia duduk di satu sudut Baitullah lalu membaca Surah Yasin..

Inilah bukti kebesaran ALLAH diluar logika manusia..

ALLAH yang penuh kasih sayang, dimana hamba-hambanya telah lepas dari duniawi, disitulah Tuhan bersamamu, disitulah kasih sayangnya terpancar menerangi jalanmu..

Untuk itu janganlah kalian semua selaku hamba allah, berbuat sewena-wena, jangan hanya karena banyak harta tahkta, kemudian lupa diri, ingatlah selalu, bahwa jurang kesengsaraan abadi, tak jauh darimu..

Kematianmu semakin hari makin dekat, hartamu kekuasaanmu sedikitpun tak akan mampu melindungimu dari azab yang amat pedih, bahkan sangat mungkin, hartamu itulah yang jadi azabmu sendiri..

Astaghfirullahhal'adzhiim..

Yaa ALLAH..
Akhiri lah hidup kami dalam keadaan husnul khatimah,Aamiin..

Ya ALLAH..
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini..

Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini..

Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..

Klik SUKA dan komentar AAMIIN lalu BAGIKAN dengan Ikhlas..!

Bu Istriku tidak bisa Merawat Dirinya!! : Para Suami Wajib BACA!!


Pernahkah saat anda pulang kerja dan menemukan rumah anda berantakan dan istri anda yang kelelahan mengurus segala macam pekerjaan rumah tangga? Kisah dibawah ini bisa diambil hikmahnya bagi para suami.

Suami : Assalamu 'alaikum...
Ibu : Wa'alaikumussalam.. Lho nak kok tumben pulang gak bilang-bilang, mana istrimu??

Suami : Istri di rumah bu, Saya gak bilang ke istri kalau mau ke sini. Hehehe...
Ibu : Lho kenapa? ya gak boleh lho kyak gitu..??
Suami : Bu saya mau tanya, se sibuk itukah jadi ibu rumah tangga??


Ibu : Kenapa nak?? Kamu ada masalah sama istrimu??
Suami : Ya saya bingung aja bu, rumah gak pernah beres, tiap malam mengeluh capek sedangkan saya yang kerja tiap hari aja biasa aja, yang aneh lagi bu kenapa istri saya tidak pernah berdandan. padahal itu kan wajib, istri harus terlihat cantik di depan suami. Saya liat ibu kok biasa aja gak pernah sesibuk istri saya.

Ibu : Nak, dengar ibu baik-baik. Pekerjaan ibu rumah tangga memang tidak banyak hanya berkutat pada membersihkan rumah, memasak dan menggurus anak. Tapi ketahuilah, pekerjaan itu sungguh menguras tenaga dan pikiran. Coba liat mana pernah istrimu mengerjakan suatu pekerjaan sampai selesai? Yang istrimu lakukan pasti mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, Karena apabila tidak seperti itu, maka tidak akan selesai-selesai.

Suami : Tetapi bu, kenapa rumah jarang sekali rapi?

Ibu : Karena istrimu lebih memprioritaskan anakmu dari pada segalanya. Sedangkan pekerjaan mengurus anak memang sangat menyenangkan tetapi membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang ekstra agar anakmu tidak jatuh, tidak nangis dan mendapatkan perhatian yang cukup dari ibunya jadi pantas lah kalau tiap hari istrimu mengeluh capek. Tetapi sesungguhnya hanya di bibir saja dia mengeluh capek karena sebetulnya dia hanya memancingmu untuk meminta sedikit perhatianmu di waktu senggangnya ketika buah hati kalian telah tertidur pulas...

Suami : Tetapi bu, tidak sempatkah dia merawat dirinya sebentar saja. Dulu saja sering sekali yang luluran lah, yang facial lah, yang SPA laah..

Ibu : Hahahaha... Anakku anakku... Sejatinya seorang wanita itu sangat suka dimanja. Tidak ada wanita manapun yang menolak untuk facial, luluran, apalagi SPA. Tapi kembali lagi, ketika istrimu baru saja membuka perlengkapan tempurnya yaitu kosmetik, tiba-tiba terdengar anakmu menangis dan akhirnya tidak jadi lah dia merawat diri. Jangankan luluran, bagi seorang ibu rumah tangga yang punya anak kecil guyuran air mandi saja sudah menjadi obat bagi capek yang dia rasakan.

Jadi jangan sekali-kali kau banding-bandingkan istrimu dengan teman kerjamu atau wanita lain yang terlihat begitu cantik dengan polesannya. Dia sudah berkorban merelakan waktu yang paling dia senangi untuk mengurus anakmu dan kamu sebagai suaminya. Kamu melihat ibu biasa saja karena memang anak ibu sudah besar-besar. Begitu juga dengan istrimu nanti ketika anak kalian sudah besar, istrimu akan lebih memperhatikan dirinya dan merawat diri lagi.

INGAT ya nak pesan ibu ini, bersabarlah.... Jangan sampai kau tergoda dengan perempuan lain hanya karena istrimu tidak berdandan... Sayangi istrimu luangkan sedikit waktu untuk mengusir kelelahannya dan kepenatannya yaitu dengan memanjakannya. Wajar istrimu mengeluh karena ingin mendapatkan perhatian, pengertian dan kasih sayangmu..


Suami Sulit Selingkuh Jika Istri Punya 8 hal ini!


Hasil penelitian yang dibahas Dr. Karim Asy Syadzili dalam bukunya Juru’at Minal Hub, ada delapan hal pada diri istri yang paling menarik perhatian suami.

Ini pas di perhatikan, terlebih untuk istri yang tidak mau suaminya selingkuh, di bawah ini :


1. Percaya Diri 

Keyakinan diri seseorang istri nyatanya yaitu hal yang paling menarik perhatian suami. Termasuk juga yakin diri dengan badannya sendiri.

Tidak perduli seperti apa. Keyakinan diri ini seperti pancarkan aura ketenangan sekalian tantangan untuk suami untuk bertualang bersamanya.

2. Mengerti Keadaan Pasangan 

Istri yang mengerti keadaan suaminya, makin menarik untuk suami itu.  Baik keadaan pada umumnya seperti rutinitas serta ciri-ciri suami, latar belakang suami, ataupun keadaan suami saat didalam kamar.

3. Sensitif serta Perhatian 

Ada saatnya seseorang istri sesungguhnya cantik, namun ia jadi tidak menarik karena tidak peka dan perhatian pada suaminya. Suami pulang kerja dalam situasi capek dilewatkan saja.

Suami tengah hadapi permasalahan, diabaikan demikian saja.
Termasuk juga dalam soal bercinta, sensitifitas seseorang istri sangatlah memastikan ketertarikan suami. Karena itu Rasulullah menasehatkan pada beberapa istri supaya ingin penuhi ajakan suami kapanpun ia menginginkannya.

4. Jujur serta Cerdas 

Istri yang jujur pasti bikin hati suami cenderung kepadanya. Kecerdasan bikin nilainya lebih prima. Karena kejujuran serta kecerdasan yang digabungkan bakal membuahkan pribadi istri yang menawan. Adakalanya wanita jujur, tapi tidak cerdas. Mengakibatkan, ia dapat kerap menyinggung suami. Ada juga wanita yang cerdas namun tidak jujur. Ini tidak kalah bahayanya.

Wanita yang berselingkuh dengan beragam cara supaya tidak ketahuan suaminya adalah salah satu misal negatif kecerdasan yg tidak dibarengi kejujuran.

5. Menarik serta Sensual 

6. Bergairah 

Poin ke lima serta ke enam ini nampaknya semakin khusus dalam permasalahan melayani suami. Atraktif yaitu geraknya, sensual itu stylenya serta bergairah yaitu semangatnya.

7. Feminim 

Rasulullah melarang wanita mirip laki-laki ; maskulin.  Bila ada diluar rumah, wanita memanglah mesti melindungi diri supaya tidak tabaruj serta menggoda pandangan mata.  Tetapi dirumah, ia mesti jadi sosok feminim yang lembut pada suami.

8. Perhatian Pada Tampilan serta Baju 

Kerapkali wanita yang sudah lama menikah tidak lagi memerhatikan satu hal semacam ini.  Ia berasumsi telah jadi istri, telah mempunyai suami, telah mempunyai anak-anak hingga tak perlu berhias serta membuat cantik diri.  Baju juga jadi seadanya serta tidak sering variasi. Sukai menggunakan baju lama serta berkesan tidak sering ubah.

Ini butuh dirubah bila seseorang istri mau bikin suaminya semakin tertarik padanya.  Baju serta tampilan memanglah bukan hal paling utama, namun adalah salah satu aspek ketertarikan suaminya. 

Ada yang mau menambahkan?


Kisah Hikmah : Ketika Rupa dan Cacat Fisik menjadi Ujian Atas Pernikahan


Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi  makhluk  yang  paling berbahagia.  Tapi  yang aku  rasakan  justru  rasa haru  biru. Betapa tidak. Di hari  bersejarah ini tak ada satu pun sanak saudara yang menemaniku ke tempat  mempelai wanita.  Apalagi ibu. Beliau   yang  paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari,

“Jadi juga kau nikah sama buntelan karung hitam’ itu ….?!?” Duh……, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut ‘buntelan karung hitam’.

“Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!” sambung ibu lagi.

“Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan  ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu…?” Kali ini aku terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.

“Oh…. rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu. baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan itu ke rumah ini !!”


DEGG !!!!

“Yanto….  jangan  bengong  terus.  Sebentar  lagi  penghulu  tiba,”  teguran  Ismail membuyarkan lamunanku.

Segera kuucapkan istighfar dalam hati.

“Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah …akhi,” sekali lagi Ismail memberi semangat padaku.

“Aku  terima  nikahnya,  kawinnya  Shalihah  binti  Mahmud  almarhum  dengan  mas kawin  seperangkat alat sholat tunai !” Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan aqad nikah.

“Ya  Allah   hari   ini   telah   Engkau   izinkan   aku   untuk   meraih   setengah   dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain.”

Di kamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

“Assalamu’alaikum …. permintaan hafalan Qur’annya mau di cek kapan De’…?”

tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan dalam tunduknya.

Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur’an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui. “Nanti  saja  dalam  qiyamullail,”  jawab  istriku,  masih  dalam  tunduknya.  Wajahnya  yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan  dalam-dalam. Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin  menolak.  Namun  ketika  aku  beri  isyarat  bahwa  aku  suaminya  dan  berhak  untuk melakukan itu , ia menyerah.

Kini  aku  tertegun  lama.  Benar  kata  ibu  ..bahwa  wajah  istriku  ‘tidak  menarik’. Sekelebat pikiran itu muncul ….dan segera aku mengusirnya.

Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

“Bang, sudah saya katakan sejak awal ta’aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa,  saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan   Allah   memberikan   keberkahan   yang   banyak   untuk   Abang.   Seperti keberkahan  yang  Allah  limpahkan  kepada  Ayahnya  Imam  malik  yang  ikhlas  menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang  dibacakan  ibunya  Imam  Malik  pada  suaminya  pada  malam  pertama  pernikahan mereka,” …

Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak.”(QS An-Nisa:19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat- lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.

“Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas.”

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih menyisakan segumpal ragu.

“Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh… saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk,” ucapnya lagi.

“Tidak…De’.  Sungguh  sejak  awal  niat  Abang  menikahimu  karena  Allah.  Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi,” paparku sambil menggenggam erat tangannya.

Malam  telah  naik  ke  puncaknya  pelan-pelan.  Dalam  lengangnya  bait-bait  do’a kubentangkan pada Nya.

“Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa

cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam Jannah-Mu !”

Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku  denan  segenap  hati  yang  ikhlas.  Ah,  ..  sekarang  aku  benar-benar  mencintainya. Kenapa  tidak?  Bukankah  ia  wanita  sholihah  sejati.  Ia  senantiasa  menegakkan  malam- malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.

Ia senantiasa menjaga hafalan Kitab-Nya. Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.

 …dan   diantara   manusia   ada   orang-orang   yang   menyembah   tandingan- tandingan  selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun  orang-orang  yang  beriman  amat  sangat  cintanya  pada  Allah  …”  (QS.  al- Baqarah:165)

Ya Allah sesungguhnya aku ini lemah , maka kuatkanlah aku dan aku ini hina maka muliakanlah aku dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat Yang Maha Pengasih…

Lihatlah Kisah Sedih Dibalik Kelahiran Bayi Ini, Setelah Melihatnya Anda Akan Menangis!


Anak adalah malaikat kecil yang diturunkan oleh tuhan ke dunia ini. Kehadiran seorang anak sangatlah ditunggu-tunggu oleh ke dua orang tuanya.

Dengan adanya seorang anak maka keluarga kecil akan semakin lengkap. Untuk itulah ketika mendapati sang ibu hamil kebahagiaan tiada tara dirasakan oleh keluarga tersebut.

Menunggu kehadiran seorang anak adalah saat-saat yang mendebarkan. Takut dan bahagia biasanya bercampur aduk pada saat itu juga. Terlebih lagi kebahagiaan akan mereka rasakan karena pada saat itu mereka akan sah menajadi orang tua. Namun nyatanya, kelahiran seorang anak tidak selalu disertai oleh kebahagiaan. Pasalnya ada beberapa proses kelahiran seorang anak namun diiringi dengan kesedihan dan air mata. Dimana biasanya proses kelahiran seperti itu karena adanya hambatan atau masalah. Entah itu salah satu dari ibu atau anak yang tidak bisa diselamatkan atau alasan-alasan lainnya.


Nah, namun berbeda halnya dengan video di bawah ini. Dimana pada video di bawah ini kelahiran diiringi oleh kesedihan bukan karena ibu atau sang anak yang meninggal. Melainkan sang ayah lah yang pada saat itu akan meninggal.

Dalam kisah yang dirangkum dalam video yang berdurasi 1 menit 31 detik tersebut menceritakan kisah dan perjuangan seorang istri yang melahirkan anaknya. Dimana sang istri tersebut meminta melahirkan buah hatinya ke dunia ini tidak pada waktu yang tepat atau lebih tepatnya 2 bulan sebelum waktu yang ditentukan.


Semua orang di dunia ini tentunya tidak ingin hal seperti ini terjadi. Namun, wanita pada video ini terpaksa harus melakukan hal tersebut karena satu alasan yaitu untuk sang suami. Sang suami diketahui menderita kanker otak. Karena penyakit tersebut menyebabkan suaminya koma dan terbaring lemah di rumah sakit. Diduga waktu hidup sang suami tidaklah lama lagi karena penyakit yang menggerogotinya tersebut semakin hari semakin parah dan keadaannya pun semakin hari semakin melemah.

Karena ingin memberikan yang terbaik kepada sang suami di detik-detik akhir hidupnya, akhirnya wanita ini pun memutuskan untuk melahirkan sang anak 2 bulan lebih awal. Ia melahirkan anaknya melalui proses operasi. Proses kelahiran tersebut berjalan dengan lancar dan setelah 2 jam wanita tersebut mengambil bayinya lalu berlari dan menghampiri sang suami di kamar yang berbeda di sebuah rumah sakit.

Bayi yang baru dilahirkan sang ibu tersebut kemudian didekatkan dan didekap oleh sang ayah yang tidak berdaya. Dan ini merupakan dekapan pertama dan terakhir dari sang ayah. Ketika sang anak berada didekatnya, pria yang sudah tidak berdaya dan tidak sadar itu pun menitikan air matanya. Dokter dan perawat yang menyaksikan kejadian ini pun terlarut dalam kesedihan yang dirasakan oleh mereka.
Terkadang persoalan yang terjadi di dalam hidup kita tidak ada yang bisa menebak. Namun meskipun begitu kita harus kuat dan sabar dalam menjalani hidup ini. Kita hidup ke dunia ini untuk orang-orang yang kita cintai, untuk itulah memberikan semua yang terbaik kepada orang yang kita cintai adalah hal yang harus kita lakukan.

Di akhir video ditayangkan sebuah rekaman sang ayah sewaktu dirinya masih dalam keadaan sehat. Sang ayah menyampaikan pesan untuk anaknya tersebut, bahwa ia harus menjaga sang ibu dengan baik-baik dan menyayanginya selalu. Sang ayah pun menyampaikan bahwa ia amat sangat menyayangi anaknya.

Nah, sahabat banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Selain kita harus memberikan semua yang terbaik bagi orang yang kita cintai, kita pun harus berbakti kepada orangtua terutama ibu yang telah melahirkan kita ke dunia ini dan melakukan berbagai cara untuk kelahiran kita meskipun nyawa taruhannya.

Tidak Perlu Bergelimang Harta untuk Berbagi dan Menggapai Kemuliaan Hidup! Simak Kisah Ini


Ya Allah...Malu sekali membaca kisah nyata ini...

Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini . .
Bilamana artikel ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ?
Maka Sebarkanlah dgn cara klik tombol "share/bagikan" dibawah catatan ini .

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.


Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Oleh : Ust. Aidil Heryana

====Semoga bermanfaat======

Jangan Lupa Setelah Membaca di LIKE & SHARENYA ^^

Insya Allah bermanfaat.

Sebuah Penggalan Inspiratif: Mengapa Saya Tidak Bekerja?


Dikutip dari ibu Ainun Habibie:

"Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri?


Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri? Anak saya akan tidak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?

Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu."
~ Jangan biarkan anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka
Bagaimana bila dibantu dg kakek neneknya?
~ Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga. Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah-mudahan ini bisa jadi penyemangat dan jawaban untuk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak-anaknya.

Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak-anak bisa tumbuh dengan penuh perhatian, tidak hanya dalam hal akademik, tapi juga untuk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.

Belajar dari kesuksesan orang-orang hebat, selalu ada pengorbanan dari orang-orang yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah. Berbanggalah engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yang paling mulia.

Semoga bermanfaat dan mari ingatkan sesama...

Suami Sholeh Harta yang Paling Berharga Bagi Istri


Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.

Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak. Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.


Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.

Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.

Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.

Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh alloh.

Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan Alloh.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.

Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka.

Lelaki Harus Tau Ini! Sesungguhnya Wanita Pendampingmu Sangatlah luar Biasa!


Wanita, hebatnya seorang wanita hinggakan seluruh dunia merayakannya… Seorang wanita saat mendapat berita kehamilannya, hatinya sarat dengan kegembiraan hinggakan dia menitiskan air mata.

Tidak pernah terlintas di fikirannya bahawa proses bersalin itu sendiri boleh menuntut nyawanya. Apa yang dia tahu, dia bakal membawa keturunannya yang lucu ke alam dunia.

Wanita, hebatnya dia tidak pernah mengeluh walaupun saban pagi dia muntah-muntah hinggakan badannya kehilangan segala kudratnya.


Dia mampu tersenyum mengenangkan zuriatnya sedang membesar di dalam rahimnya yang hanya sebesar buah pear.

Tidak pernah timbul gentar di hatinya memikirkan mampukah rahimnya yang sebesar buah pear menanggung zuriatnya.

Wanita, hebatnya dia di saat dia mula merasakan kesakitan hendak bersalin hatinya tidak gentar walau secubit pun. Tidak pernah terfikir nyawanya mungkin menjadi galang ganti. Apa yang dia mahu, zuriatnya lahir dalam keadaan sihat.
Wanita, hebatnya dia mampu menahan kesakitan sehingga 57 Del ketika hendak melahirkan anak (bersamaan dengan 20 tulang dipatahkan serentak). Sedangkan sekuat mana pun manusia itu hanya mampu menahan hingga 45 Del sahaja.
Apa yang selalu kita dengar tentang wanita?

  • Wanita tercipta dari rusuk lelaki.
  • Wanita itu sayap kiri lelaki.
  • Wanita berhati lembut dan kuat emosi.
  • Wanita itu kaum yang lemah.

Sumber: http://www.lihatdulu.info/2015/08/para-lelaki-bacalah-sesungguhnya-wanita.html

Mau Tau Tugas Suami Saat Istri Sedang Kelelahan?


Siapa bilang hanya orang kantoran saja yang akan merasa kelelahan? Malahan, ibu rumah tangga seharusnya yang akan merasa sangat kelelahan. Ibu rumah tangga bekerja tanpa mengenal waktu dan tidak punya hari libur untuk mengurus anak dan segala urusan rumah tangga yang sangat banyak dari mulai mencuci, menyetrika pakaian, membereskan rumah, dan mengasuh anak. Seringkali, para ibu merasa lebih lelah dari pekerja kantoran. Jika sudah sangat kelelahan, ibu rumah tangga bisa saja jatuh sakit. Bahkan ketika sakit pun seorang ibu pasti tidak tega menelantarkan anaknya sehingga tetap mengasuh dan mengurusnya.

Jika istri anda nampak kelelahan atau mungkin sakit, sebaiknya anda melakukan beberapa hal berikut ini untuk membantunya fit dan sehat kembali.


1. Tawarkan beberapa kemudahan untuk meringankan tugas rumah tangga istri

Misalnya, suami bisa menawarkan untuk menggaji orang membantu cuci-setrika baju, atau tawarkan jasa laundry, atau mungkin juga jasa catering supaya istri bisa lebih fokus untuk mengurus dan mendidik anak. Jika istri tidak kelelahan, tentunya ia bisa mendidik anak-anak anda dengan lebih baik. Ia pun juga akan menjadi lebih sabar menghadapi anak-anak yang biasanya sangat aktif bermain dan melakukan banyak hal.

Meskipun istri tetap menolak dengan alasan supaya lebih irit, tapi setidaknya tawaran dari suami menunjukkan perhatian dan kepedulian pada kelelahan yang dirasakan istri. Dengan demikian istri akan merasa lebih dihargai dan disayangi oleh suaminya.

2. Memijit istri sebelum tidur

Sempatkan untuk memijit istri sebelum tidur sambil mengucap terimakasih untuk semua hal yangtelah dilakukannya selama suami bekerja di kantor. Selain akan menambah kemesraan, hal ini juga akan menghilangkan rasa lelah dan pusing yang istri rasakan seharian. Pijatan yang dilakukan dengan penuh rasa cinta tentunya akan membuat istri bahagia. Kebahagiaan bisa mengalahkan rasa lelah dan obat stress yang paling ampuh. Jadi, jangan pelit untuk memanjakan istri anda dengan memijatnya.

3. Bergantian menjaga anak pada malam hari atau ketika libur

Para suami pasti tahu betapa pentingnya interaksi dan ikatan antara ayah dan anak. Anak yang mempunyai ikatan batin yang kuat dan merasa disayangi oleh ayahnya akan tumbuh menjadi anak yang baik dengan kepercayaan diri yang tinggi. Maka, jadikanlah hal ini sebagai kesempatan untuk meringankan beban istri sekaligus mendekatkan diri dengan anak-anak anda.

Saat weekend atau libur panjang, sesekali berikanlah waktu bebas untuk istri keluar rumah untuk memanjakan dirinya sendiri tanpa Anda dan anak-anak. Dengan demikian, ia bisa kembali fresh dan lebih rileks untuk mengurus rumah tangga. Jangan lupa, berikan uang saku untuk sekedar memanjakan diri ke salon atau belanja barang yang ia sukai. Rezeki suami akan lebih lancar jika ia membahagiakan dan memuliakan istri lho.

4. Tidak berkata kasar atau memberi komentar negatif tentang istri

Jika saat Anda pulang mendapati rumah masih berantakan, tak beraturan, anak-anak belum mandi, dan hal-hal lain yang mungkin membuat geram setelah bekerja seharian di kantor, jangan langsung menyalahkan istri. Yang Anda lihat hanya satu episode saja dari apa yang terjadi di rumah seharian, bisa jadi istri telah bolak-balik menyapu lantai, mengepel, membereskan segala sesuatunya, tapi kemudian bocah-bocah yang super lincah itu kembali bermain dan membuat semuanya berantakan lagi.

Anda seharusnya menunjukkan empati kepada istri anda dan bayangkan betapa lelah dan stresnya istri Anda yang harus menghadapi hal seperti itu berkali-kali seharian. Maka, tetaplah bersabar dan berikan wajah cerah pada istri yang sedang lelah. Akan lebih baik lagi, jika Anda sesekali memberikan kejutan untuknya. Kejutan ini tidak harus barang mahal atau mewah, cukup bawakan makanan kesukaan istri anda atau mungkin setangkai bunga supaya lebih romantis.

Jika suami istri bisa saling pengertian, saling mengisi kekuatan ketika sama-sama lelah, maka insya Allah selain rahmat Allah akan menyirami rumah tangga kita, kita juga akan menemukan apa yang dinamakan albaiti jannati, yakni rumahku surgaku. Rumah tempat kita merasakan kebahagiaan dan kedamaian sehingga kita selalu merasa tentram berada di dalamnya. Amiin.

Kisah Bayi Perempuan Ini telah membuat Banyak orang menitikkan Air mata haru!


Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mempunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan
sekitarnya. Semua orang ikut berbahagia dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Dokter menyarankan untuk aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-lakinya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki-lakinya. “Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya.


Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencana-Nya di balik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah. Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, di mana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencana-Nya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya.

Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, di mana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yang akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata-kata di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh tidak ada kata-kata yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam…..

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tersebut bahwa donor tersebut berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya…

Ada 3 hal penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. Sesungguhnya tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. Seseungguhnya tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar-benar penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan “Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, di mana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak-anak kita melakukan hal-hal terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga”.

Jadikan “Hidup” menjadi “Hidup Yang Lebih Bermakna”. Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi orang orang yang anda cintai


Luapan Hati Seorang Istri Sholeha


Suamiku,
Mungkin pernah tersirat di dalam benakmu bahwa kau telah salah memilihku menjadi pasanganmu. Kadang kala aku mengganggumu dengan semua rajuk manjaku. Aku juga sering membatasi kebebasanmu yang tak sama lagi seperti dulu. Aku sering mengusirmu karena asap rokok itu. Bahkan tertidur lebih dulu saat kau pulang larut malam.

Tetapi, di saat kau sibuk dengan pekerjaanmu, ingatlah bahwa aku selalu setia menunggumu. Kudoakan kau di dalam kecemasanku.
Dan saat aku rela pergi bersama dirimu, ingatlah bahwa ada banyak orang yang kutinggalkan demimu. Orang tuaku, sanak saudaraku, sahabat-sahabatku. Dan kubiarkan kau mengisi seluruh kekosongan hatiku.

Saat aku tak sengaja melakukan sebuah kesalahan. Janganlah ego dan kekasaran yang ditunjukkan. Tetapi perlakukan aku dengan lembut dan bicaralah dalam ketenangan.


Saat aku ingin kau menemaniku, dan kau terlarut dalam kesibukanmu, hatiku teriris dan haus akan perhatianmu. Yang kupinta adalah sedikit perhatianmu itu.

Saat kau ingin pergi dan aku ingin kau tinggal di sisiku, percayalah itu bukan melulu karena cemburu. Tetapi karena aku tak ingin jauh darimu.

Saat aku menangis tersedu, aku ingin kau memelukku dan mengatakan "semuanya akan baik-baik saja."

Saat aku sedang gusar, peganglah tanganku. Tanpa berkata apapun aku tahu bahwa kau tak akan pernah meninggalkan aku.

Ceritakan semuanya kepadaku, bukan seperti kau bercerita kepada pasanganmu, tetapi seperti kau kepada sahabatmu.

Apabila keinginanku mulai terlalu banyak, ingatkan aku untuk selalu bersyukur memilikimu. Dan bahwa semua yang dimiliki di dunia ini akan kita tinggalkan kelak.

Dan bila aku dikalahkan oleh rasa kantukku, bangunkan aku dengan lembut. Ingatkan aku akan tanggung jawab yang belum kuselesaikan. Bukan dengan suara garang yang membuat nyaliku ciut.

Ketika kau sedang terhanyut dalam lautan emosi, pandang mataku dalam-dalam. Jauh di dalam beningnya, ada cinta untukmu, dan akulah yang kau cintai itu.

Istrimu.


Kisah Pasangan Paling Romantis yang perlu diteladani


KISAH ini terjadi sekian ratus tahun yang lalu. Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya, seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung, hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikit pun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu, tapi rasa kantuk semakin menjadi-jadi dan sang suami tercinta belum juga datang.

Tak berapa lama kemudian, seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana. Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut. Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa.

Ketika akan mengetuk pintu, terpikir olehnya sang istri yang tengah terlelap tidur. Sungguh ia tak ingin membangunkannya. Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbannya di depan pintu dan berbaring di atasnya.

Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, sang suami lebih memilih tidur di luar rumah. Di depan pintu, dengan udara malam yang dingin melilit, dengan hanya beralaskan selembar sorban tipis.

Penat dan lelah beraktivitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Subhanallah.


Dan ternyata, di dalam rumah, persis di balik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring di atasnya, sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar di balik pintu. Tak terlintas sedikit pun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang. Karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.

Malam itu, tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana. Karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan, sang istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada sang suami. Dan sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada sang istri.

Nan jauh di langit, ratusan ribu malaikat pun bertasbih, menyaksikan kedua sejoli tersebut. Subhanallah Wabihamdih, betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona. Saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati.

Tahukah Anda siapa mereka?

Sang suami adalah Rasulullah SAW dan sang istri adalah Aisyah RA binti Abu Bakar As-Sidiq. Merekalah sepasang kekasih teladan, suami istri dambaan, dan merekalah pemimpin para manusia, laki-laki dan perempuan di dunia dan akhirat.

Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah bagi keduanya, dan mengumpulkan jiwa kita bersama Rasulullah SAW dan Aisyah RA dalam surga-Nya kelak. Dan semoga Allah SWT memberi kita taufiq dan hidayah tuk bisa meneladani kedua manusia mulia tersebut. Amin ya rabbal ’alamiin.

Via Status FB Ikhwan Nurdin 

Inspirasi Kehidupan Ulat dan Pohon Mangga


Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus. Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata, “Aku lapar, bolehkah aku makan daunmu?”

Pohon mangga menjawab, “Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak. Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan. Hmmm… tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”

Ulat naik dan mulai makan daun-daunan. Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.


“Hai pohon mangga, lihatlah aku sudah menjadi kupu-kupu. Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu. Sebagai balas budi, aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu dapat berbuah.”

Dalam hidup kita sering memperhitungkan untung rugi pengorbanan yang dilakukan. “Jika saya memberi, saya akan kekurangan. Bagaimana mengatasinya?” Atau, “Bagaimana kalau ternyata saya ditipu?”

Tapi sadarkah kita, setiap kita memberi, ada sepercik sukacita di hati? “Lakukan apa yang menjadi bagianmu, dan jangan berpikir apa yang akan kita dapat.” Bila ingin memberi, lakukan saja karena semuanya akan kembali ke kita juga.


Mutiara Nasihat : Cara Benar Menjadi Suami


Banyak yang bertanya tanya. bagaimana sih cara menjadi suami yang benar? Yuk disimak nasihat nasihat singkat ini tentang cara benar menjadi suami.

1. SUAMI selalu menggandeng tangan istrinya saat berjalan, jikapun satu tangan jg tak bisa menggandeng karena suatu hal, SUAMI selalu meminta istrinya yg menggandeng tangannya. Alasannya dia bertanggung jawab atas jalan istrinya supaya selalu aman.

2. SUAMI selalu mencium kening istrinya disaat-saat tertentu, sebelum & sepulang bekerja, sebelum dan sesudah tidur. Alasannya sebagai tanda bahwa dialah pelindung & penenang istrinya agar istrinya selalu merasa nyaman.


3. SUAMI tidak pernah berteriak pada istrinya, alasannya suara yang keras dari suami untuk istrinya adalah cambuk yang menyakitkan.

4. SUAMI tidak pernah mencela dan memaki istrinya sebesar apapun kesalahan yang diperbuat alasannya makian dan celaan bukan kata yang bijak mengajarkan kebenaran.

5. SUAMI selalu memeluk dan membelai istrinya jika istrinya berbuat salah, alasannya mulut dan perbuatan istri adalah tanggung jawab suami, bila istri sampai tidak terkontrol itu adalah salah suami, sebab itu dia selalu memeluk dan membelai istrinya sambil berkata "maafkan ayah, lain kali jangan kamu ulangi kesalahan itu lagi, jadilah istri yang beriman dan baik, salahkan ayah saja".

6. SUAMI selalu bangun sebelum dan berangkat tidur setelah istrinya, alasannya kewajibannyalahuntuk melindungi hidup istrinya dimulai saat bangun tidur dan sampai αƙαn tidur, itulah janji suami pada istrinya.
Semoga para lelaki Yang membaca Coretan Ini Dapat Mencintai Istrinya Sepenuh Hati dan Bisa menerima Kekurangan Istrinya

Pepatah mengatakan hati wanita akan luluh jika disiram dengan air dingin daripada menyiramnya dengan minyak panas, karena pada dasarnya mereka butuh perhatian dan kasih sayang.

Silakan share jika bermanfaat!

Belajar Mengenal Arti Kata "CUKUP", Sebuah Renungan & Motivasi


Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untu k disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.
Masih kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.


Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup".

Kapankah kita bisa berkata cukup?

  • Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
  • Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
  • Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
  • Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
  • Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
  • Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

  • Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
  • Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
  • Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.

Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, Mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup"


Kisah Inspiratif : Tukang Gorengan Naik Haji


Kisah nyata, gara2 buntut singkong tukang gorengan naik haji, berikut kisahnya..
Ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual.. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal..

Tanpa terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu..
Namun tidak ada perubahan yang berarti, usahanya tetap begitu2 saja..
Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan tempat gorengannya..


Pria itu bertanya : Ada gorengan buntut singkong, Pak..??
Si tukang gorengan lantas menjawab : Nggak ada, Mas..

Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan..

Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak bapak : ujar pria muda itu..

Tukang gorengan terperangah : Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong,Kenapa kamu masih ingat saya..??

Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak..

Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci,Semoga Bapak bahagia," lanjut pria itu..

Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya,Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar..
Pesan dari kisah ini : Selalu bersyukur & berbuat baik, Sekecil apa pun, asal ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan..
SubhanALLAH,semoga ALLAH memanggil kita semua untuk beribadah Haji/Umrah ke Baitullah,Aamiin..

Ya ALLAH..
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini..

Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya Aamiin.....

Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..


Belajar Makna Kehidupan dari Secangkir Kopi


Setiap manusia dimuka bumi ini sebenarnya memiliki dan melewati fase hidup yang hampir sama. Terlahir, menjadi anak-anak, menjadi remaja, dewasa, menikah, memiliki anak, tua, lalu mati. Bahkan ada yang memang di Takdirkan hanya melewati beberapa fase karena hidupnya berhenti pada fase tertentu. Namun semua perjalanan atau fase hidup akan berujung pada kematian. Sebelum kita sampai pada titik akhir kehidupan, hendaknya kita berusaha memaknai kehidupan dengan bijak. Agar bukan penyesalan yang kita dapati di akhir perjananan. Yang sejatinya, kehidupan saat ini adalah penentu kehidupan kita di masa yang akan datang.


Berikut ini penulis menyelipkan sebuah kisah tentang secangkir kopi, dari kisah ini kita belajar akan makna kehidupan, semoga ada hikmah yang bisa di ambil dan semoga setiap pembaca menjadi terinspirasi sehingga kita menjadi manusia yang lebih baik.

Pada Suatu hari Beberapa alumnus di sebuah Universitas terkenal, bertamu ke rumah Seorang Dosen senior, Pertemuan itu terjadi setelah bertahun-tahun mereka lulus. Yang tentunya semua dalam kondisi yang berbeda. Mereka kembali dipertemukan, Setelah mereka semua alumnus tersebut menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial. Setelah saling menyapa dan berbasa basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress. Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan tampak di atasnya sebuah teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir. Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin. Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”. Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata, “Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa? Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress. Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya. Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Sang Dosen menambahkan, Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah. Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi. Karena itu kunasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”. Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain. Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya. Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri. Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

Rasulullah SAW mengingatkan, "Barang siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).Terkadang manusia itu aneh, Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Namun Setelah terkumpul, mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang! Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, tapi mereka melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang. Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri. Padahal, Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Tetapi malah sebaliknya, justru sarana tersebut pada akhirnya melalaikan mereka dari tujuan utama”.

Maka, mulai saat ini kita nikmati kopi kehidupan tersebut dengan sebaik-baiknya seraya terus bersyukur atas apa yang kita punya, bagaimanapun dan seperti apapun cangkirnya.

Rahasia Besar Seorang Ayah yang Tidak diketahui anaknya


Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.


Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh! ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku? Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ''dimana, dan sedang apa aku diluar sana.'' Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ''anakku sekarang sukses.'' Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.



Masakannya Dibilang Nggak Enak, Wanita Ini Minta Cerai, Sekarang Jadi Pengusaha Kuliner Sukses!


Teori tersebut benar terjadi pada kehidupan seorang pengusaha wanita asal Honolulu. Kathy Masunaga mengaku bahwa mantan suaminya selalu mencela hasil masakannya. “Dia sering menyakiti hatiku dengan mengatakan aku tidak akan pernah bisa memasak, bahkan ia mengatakan pada semua orang, masakanku rasanya menjijikkan,” terangnya.

“Seringkali timbul kenekatan untuk membawa pergi dua putraku dan hidup seadanya, dalam tenda sekalipun,” jelasnya.


Usai bercerai, Masunaga memilih mengisi waktu dan mengalihkan hatinya yang hancur dengan menyibukkan diri di dapur teman yang memiliki usaha katering. Kala itu, ia tak sengaja bereksperimen membuat makanan-makanan ringan seperti pie, brownies, dan kue cokelat. Seiring waktu, hobi barunya ini memperlihatkan hasil yang mengejutkan, baik untuk dirinya juga keluarganya.

Melihat respon positif tersebut, Masunaga memberanikan diri menjual aneka kue buatannya itu di pasar-pasar lokal dan festival akhir pekan.  Hasilnya, banyak orang yang menghubungi Masunaga untuk memesan kue buatannya.

Sekarang, dirinya telah memiliki enam orang staf, satu food truck, dan menyediakan pelayanan pesan antar.

Melihat perjalanan hidupnya yang penuh dinamika, Masunaga menganggap perceraian bukan sebagai kegagalan, melainkan permulaan yang baru. Tanpa malu-malu, ia mengakui bahwa perlakuan tidak menyenangkan dari suaminya masih “menghantuinya” hingga hari ini, tetapi sebagai motivasi untuk terus memacu diri menjadi lebih baik dan lebih tangguh dibandingkan masa lalu.


Sebelum Aku Sah Berdiri Satu Shaf di Belakangmu, 5 Hal Ini Harus Kamu Tahu


Bertemu denganmu adalah nikmat besar yang tak bisa aku dustakan. Sungguh aku tak sabar menanti hari dimana "kau" dan "aku" menjadi "kita". Akhirnya, aku akan tinggal bersama pria takdir yang telah lama kucari dan kunanti. Kali ini, izinkan aku menyampaikan 5 hal yang ada di kepalaku, agar kau bisa mempertimbangkannya sebelum aku sah berdiri satu shaf di belakangmu.


1. Bersamamu, aku ingin menumbuhkan cinta yang mempersatukan kita hingga di Surga nanti.

Maafkan aku karena pernah salah mencintai. Aku pernah menitipkan hatiku pada seseorang yang dulu kukira adalah kamu. Tentu saja akhirnya tidak indah. Hatiku patah. Namun perjalanan itu memberiku pelajaran besar, bahwa mencintai manusia adalah hal yang salah karena semua manusia pasti akan pergi. Sedangkan hanya Dia Yang Abadi.

Karena itu, jika telah bersatu, aku ingin kita lebih berhati-hati dalam mencintai. Akan kuletakkan hatiku di sebelah hatimu. Bersama-sama, kita isi kedua hati ini dengan kecintaan kepada Dia Yang Maha Menciptakan. Bersama-sama, kita bangun keluarga yang saling menguatkan untuk terus mengejar ridhoNya. Bersama-sama, kita lahirkan anak-anak yang lurus akidahnya, santun akhlaknya, dan luas pengetahuannya.

Bersama-sama, kita bangun keluarga yang menebar manfaat untuk banyak orang. Jika suatu hari nanti Dia meminta salah satu dari kita kembali padaNya, tidak akan ada lagi hati yang tersakiti. Karena tahu bahwa cinta ini akan mempersatukan kita lagi di surgaNya nanti.

2. Sudah lama aku hidup sendiri. Semoga kamu bersabar mendampingiku berbenah diri.

Aku terbiasa tidur di kamar kos yang sekedar-nyaman-untuk-tidur-sepulang-kerja saja. Karena sudah terlalu lelah berjuang di tengah kemacetan Jakarta, aku tak peduli lagi dengan kabel-kabel charger yang melintang ke sana kemari di lantai kamar. Paginya, sering kali aku kebingungan memilih baju sebelum berangkat kerja dan berujung pada tatanan baju di dalam lemari yang berantakan setiap hari.
Selama ini, pelembab wajah, pelembab bibir, dan bedak bayi cukup bagiku karena yang kupedulikan hanya AC kantor yang membuat kering wajah dan bibir. Jika tidak ada momen penting, aku jarang sekali merias diri. Aku juga sudah lama terbiasa dengan makanan apa-saja-yang-gampang. Jangan tanya gizi, yang penting bisadelivery.

Banyak lagi yang harus dibenahi untuk hidup bersamamu. Aku ingin kamu tak perlu berpikir soal pakaian karena sudah kupilihkan saat kamu masih terlelap. Saat kamu bangun, kamar kita sudah tertata sehingga nyaman digunakan untuk sholat subuh berjamaah. Kemudian aku memasak—setidaknya aku bisa membuat sarapan yang memberikanmu cukup energi.

Lalu aku belajar merias diri agar senang hatimu jika melihatku. Lisan dan perilakuku juga harus dibenahi agar bisa menyejukkan hatimu ketika pulang mencari nafkah. Masih banyak lagi yang harus kubenahi. Semoga kamu bersedia bersabar mendampingi.

3. Ajari aku menjadi bagian dari keluargamu, kamu pun begitu.

Katanya, menikah akan memperluas rezeki. Setidaknya, aku ingin mendapatkan rezeki berupa limpahan kasih sayang dari keluarga baru: orangtuamu, saudaramu, dan seluruh anggota keluarga besarmu. Kamu tahu, sifat manusia tidak sama. Aku, saudaraku, dan orangtuaku saja sering tidak sepaham untuk beberapa hal. Apalagi aku dan keluargamu yang jelas berbeda latar belakang dan budaya.

Ajarkan aku bahasa ibumu, hal yang disukai dan tidak disukai saudaramu, dan nilai-nilai yang dipegang keluargamu. Semuanya. Aku ingin bisa menyatu dengan mereka agar kelak aku bisa menjadi anak dari orangtuamu dan bagian dari keluarga besarmu. Kuharap kau pun bersedia belajar untuk menjadi anak dari orangtuaku, kakak bagi adik-adikku, dan bagian dari keluarga besarku.

Dengan begitu, pernikahan kita akan menjadi simpul yang mengeratkan dua keluarga yang saling menyayangi.

4. Kita fokus bangun keluarga baru. Tapi jangan sampai melupakan keluarga kita.

Aku tak bisa mendapatkan pendamping yang luar biasa sepertimu, tanpa pengorbanan orangtuamu sejak 25 tahun yang lalu. Pun kamu tak bisa mendapati aku sebagai “aku” tanpa pengorbanan orangtuaku. Karena itu, sambil membangun keluarga baru, kita harus tetap berusaha maksimal untuk berbakti kepada orangtua kita.

Orangtua memang tak mengharapkan apapun selain kebahagiaan kita. Mereka juga tak ingin mengganggu anaknya yang sedang sibuk membangun keluarga baru. Tapi pasti jauh di lubuk hati, mereka selalu merindukan kehadiran kita. Kita bisa mulai dengan yang sederhana, seperti membelikan ibu peralatan masak yang baru untuk mengisi waktu senggangnya, membelikan ayah barang yang berhubungan dengan hobinya, atau bisa juga mengajak mereka liburan bersama.

Jauh lebih penting dari itu semua, kita harus meluangkan waktu untuk menelepon atau sekedar chat setiap hari untuk sekedar bertanya kabar hari ini. Dengan begitu, semoga mereka tetap merasa memiliki kita walaupun kita sudah hidup terpisah dari mereka.

5. Apa yang akan kita lalui indah, tapi tidak akan mudah. Semoga kamu tidak menyerah.

Awal pernikahan pasti indah karena kita bisa bersatu dengan orang yang paling kita cintai. Seiring berjalannya waktu, kita mulai menemui kekurangan masing-masing. Mungkin kita akan bertengkar karena beberapa hal tak berjalan sesuai keinginan kita. Kata penelitian, wanita lebih sering berfikir dengan emosi, sedangkan pria mampu berfikir lebih logis.

Tentu saja, aku tetap akan berusaha berfikir tanpa emosi untuk mengambil keputusan yang tepat. Namun jika aku terlalu terlalu emosi dan ingin menyerah, kumohon kamu tetap tegar. Kamu adalah imam yang di tanganmu terletak segala keputusan. Seberapa kecilpun keinginanku untuk mempertahankan keluarga kita ketika itu, tetap ujung lidahmu saja lah yang menentukan apakah kita tetap bersama atau berpisah.

Kumohon, jangan menyerah! Seberapa sulit pun rintangan yang harus kita jalani, seberapa besar pun keinginanku untuk menyerah, jika kamu masih melihat ada kemungkinan keluarga ini untuk terus berjalan menuju keridhoan-Nya, tolong jangan kabulkan permintaan bodohku!



Duhai suami, perhatikanlah kebutuhan istri untuk dicemburui!!


Dari kalangan ibu rumah tangga menyatakan, suaminya tidak cemburu karena memang sang istri sehari semalam kerjanya hanya mengurus anak di rumah, tidak bertemu dengan seorang lelaki pun. Jadi, apa yang perlu dicemburui?

Lain lagi dari kalangan wanita pekerja, suaminya tidak cemburu karena beralasan percaya sepenuhnya pada sang istri, bahwasanya sang istri tidak akan berpaling hatinya pada pria lain. Sehingga, walaupun istri bersolek ke kantor, atau bercanda tawa dengan teman-teman laki-laki maupun perempuan, suami tetap tidak merasakan kecemburuan.


Berbeda dengan laki-laki, para perempuan menilai cinta dalam kerangka emosional (perhatian, cembur, romantisme), sedangkan laki-laki lebih mengekspresikan cinta pada tataran fisik (berhubungan intim, sentuhan).

Para suami perlu menyadari bahwa tidak adanya rasa cemburu adalah bahaya besar dalam rumah tangga, alasannya sebagai berikut:

1. Tidak akan masuk surga, seseorang yang tidak punya rasa cemburu

Sabda Rasulullah saw: “Tiga golongan yang tidak bakal masuk surga: orang yang durhaka terhadap bapak ibunya, Duyuts (Orang yang tidak mempunyai rasa cemburu), dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” ( HR. Nasai dan Hakim).

Memang haruslah demikian agar seorang mukmin mempunya sifat dan berperangai ilahiyah dan nabawiyah ini. Adapun orang yang tidak mempunyai rasa cemburu, dia tidak dapat menjaga kehormatan Istrinya. Ia acuh tak acuh ketika mendapatkan istrinya bersolek dan memakai parfum ketika akan pergi ketempat umum, memamerkan rambutnya, memperlihatkan tubuhnya/ auratnya, dan berbicara dengan dibuat-buat agar menarik perhatian.

2. Ciri lelaki beriman/ shaleh adalah memiliki rasa cemburu

Sabda rasulullah saw dari Abu Hurairah: “Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu, Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan-Nya. (HR. Bukhari)

Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata, Sa’d bin Ubadah berkata, “Kalau ketahuan ada seorang lelaki bersama istri saya, akan saya potong lehernya dengan pedang sebagai sangsinya.” Bersabda rasulillah saw.: ” Herankah kalian dengan cemburunya Sa’ad itu? Ketahuilah bahwa saya lebih cemburu dari padanya. Demi Allah saya cemburu karena kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi” (HR. Bukhari)

3. Cemburu adalah proteksi untuk rumah tangga

Imam Ibn Qayyim pula berkata:

“Sesungguhnya asal dalam agama adalah perlunya rasa keberatan (protektif) atau kecemburuan ( terhadap ahli keluarga) , dan barangsiapa yang tiada perasaan ini maka itulah tanda tiada agama dalam dirinya, kerana perasaan cemburu ini menjaga hati dan menjaga anggota sehingga terjauh dari kejahatan dan perkara keji, tanpanya hati akan mati maka matilah juga sensitivitas anggota (terhadap perkara haram), sehingga menyebabkan tiadanya kekuatan untuk menolak kejahatan dan menghindarkannya sama sekali.

Duhai suami, perhatikanlah kebutuhan istri untuk dicemburui! Cemburu tanda perhatian, perhatian tanda cinta, itulah yang banyak diyakini oleh para istri. Ketika suami cuek bebek, istri akan merasa tidak dicintai, tidak dihargai.

Apalagi suami yang malah merasa bangga ketika lekuk tubuh istrinya dinikmati pria lain, pipi istrinya dicium oleh pria lain, maka tidak mengherankan jika banyak terjadi kekacauan dalam rumah tangga yang demikian.

Apa yang bisa dicemburui?

Siapa bilang istri di rumah saja tidak ada yang bisa dicemburui? Sepanjang 24 jam istri terbebas memandangi aktor-aktor tampan yang menjadi bintang iklan atau pemeran sinetron di TV, belum lagi penyanyi pria yang memiliki suara merdu yang senantiasa digila-gilai istri.

Tidak kah Anda sebagai suami merasa risih dan cemburu karena istri lebih memilih menghabiskan waktu untuk hal tidak berguna daripada membaca ayat Quran misalnya?

Tidak kah Anda merasa risih dan cemburu melihat istri bergonta-ganti foto profil di sosial medianya sehingga siapa pun bisa melihatnya?

Istri memiliki kebutuhan untuk dicemburui, ketika suami tidak memenuhinya, dikhawatirkan akan terjadi masalah yang lebih besar dalam rumah tangga. Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya.

(via : ummi-online)

SUAMI YANG MENCIUM BAU SURGA


copied from Ar-raudah Al-jannah Muhammad

Saya terima nikahnya.... binti.... dengan mas kawin......di bayar tunai....”.Singkat, padat dan jelas.
Tapi tahukah makna “perjanjian atau ikrar” tersebut? Itu yang tersurat. Tetapi apa pula yang tersirat?

Yang tersirat ialah :  ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya.


Dosa apa saja yang telah dia lakukan. Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dgn si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.

Juga sadar, sekiranya aku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yg akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam...dan Malaikat Malik akan melibas aku hingga pecah hancur badanku.

Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapa isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala ".

Jika aku GAGAL (si suami), maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka. Aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku”.
(HR. Muslim)
--------------------------
Duhai para istri...Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu.
Karena saat Ijab terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat olehnya di depan ALLAH, dengan disaksikan para malaikat dan manusia.

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu...
Semoga... ini untuk pengalaman yg sudah nikah maupun yg belum...

Subhanallah..
beratnya beban yang di tanggung suami. Bukankah untuk meringankan tanggung jawabnya itu berarti seorang istri harus PATUH kepada suami, menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya? Juga mendidik putra-putri kita nanti agar mengerti tentang agama dan tanggung jawab.

Semoga kita semua menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita kelak dengan agama dan cinta kasih sehingga tercipta keluarga kecil yang sakinah,mawaddah,dan warahmah. Aamin Yaa Rabbal'alaminn...

Sahabat semoga kita selalu dalam lindungan-Nya yang dilimpahkan kesehatan,kebahagiaan,keselamatan dan kemudahan untuk selalu beribadah kepada-Nya..

"Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabat kami, Berikanlah kami pasangan yang setia, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.
Kelak masukkanlah kami disurga yang terindah.."Aamiin Ya Robbal 'Alamin

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka
walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)
Subhanallah

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari. Aamiin .

© Copyright 2014 | Distributed By Free Blogger Templates | Designed By Way2themes